Minggu, 22 Februari 2009

Terapi Bekam (Cupping Therapy, Al Hijamah, Oxidant Drainage Therapy) dalam Kedokteran Tradisional China. Bagian V



7. Nyeri Perut

Nyeri perut adalah nyeri yang terjadi di perut bagian atas, bawah dan samping. Nyeri ini dapat disebabkan oleh berbagai penyakit organ, namun dalam kesempatan ini akan dibahas tentang sakit perut yang disebabkan oleh spasme usus dan neuresis usus, yang sebagian besar disebabkan oleh pathogen dingin, pola makan yang tidak teratur, atau stres emosional.

Resep :
Titik utama : Shenque [REN8], Daheng [SP15], Shimen [REN5].
Titik pendukung : Pishu [BL20], Dachangshu [BL25]

Metode : Bekamlah dengan metode melempar api. Pertama lakukanlah pembekaman titik Shenque [REN8], Daheng [SP15], dan Shimen [REN5], lalu tinggalkan selama 10-20 menit. Kemudian bekam pada titik Pishu [BL20] dan Dachangshu [BL25] dengan metode menggerakkan kop.

Penjelasan : Shenque [REN8] membantu mengaktifkan Yang dan menenangkan usus besar, mengatur qi dan meredakan nyeri. Daheng [SP15] membantu membersihkan qi organ fu. Shimen [REN5] adalah titik front-mu dari Sinjiao, yang berperan penting dalam mengatur qi, meredakan nyeri, dan membersihkan jalan air. Pishu [BL20] dapat memperkuat limpa dan mengusir lembab, membangkitkan Yang bersih dan menurunkan Yin keruh.

8.Lumbago

Daerah yang terkena adalah sepanjang tulang belakang, atau di satu atau kedua sisi tulang belakang. Dalam kedokteran tradisional China kelainan ini terbagi atas beberapa pola yang berbeda, seperti lumbago dingin-lembab, lumbago defisiensi ginjal, defisiensi darah stasis, dan sebagainya. Lumbago juga biasa terjadi pada keadaan osteoarthropathy tulang lumbar, spasme otot di region lumbar, edema jaringan lunak, dan lain-lain.

Resep : Shenshu [BL23], Dachangshu [BL25], Ashi Point, Weizhong [BL40].

Metode : Bekam semua titik, dan tinggalkan selama 10-20 menit.

Penjelasan : Regio lumbar adalah ”rumah besar bagi ginjal,” dan Shenshu [BL23] adalah titik di mana qi ginjal bergerak ke dalam. Fungsinya adalah sebagai suplemen bagi ginjal dan mengaktifkan Yang, meningkatkan inspirasi dan membersihkan saluran air. Dachangshu [BL25] dan Ashi Point adalah titik lokal, yang dapat mengatur qi dan menghilangkan dingin, menghilangkan darah stasis, serta meredakan nyeri. Weizhong [BL40] adalah titik he-sen dari saluran taiyang kaki dan merupakan titik utama dalam perawatan lumbago.

Catatan : Bekam sangat baik untuk lumbago, dan rasa nyeri biasanya hilang setelah dilakukan terapi bekam.

9.Obesitas

Obesitas dapat dibedakan menjadi dua tipe, yaitu obesitas sederhana dan obesitas skunder. Obesitas sederhana sering disebabkan oleh konsumsi makanan manis yang berlebihan, di mana jumlah kalori melebihi konsumsi kalori yang dibutuhkan, sehingga menyebabkan pembentukan dan penyimpanan lemak. Pada tipe ini tidak terjadi disfungsi endokrin yang jelas. Obesitas skunder merupakan hasil dari hipersekresi kortisol oleh kelenjar pituitari atau dienskefalon, dan sebagainya. Biasanya berkaitan dengan gejala-gejala saraf dan disfungsi endokrin. Menurut kedokteran tradisional China, obesitas kebanyakan disebabkan oleh akumulasi air, lembab, dan lendir.

Resep :
Kelompok 1 : Pishu [BL20], Sanjiaoshu [BL22], Dachangshu [BL25].
Kelompok 2 :Jianyu [LI15], Fengmen [BL12], Jianjing [GB21], Quchi [LI11], Zhibian [BL54], Chengfu [BL36], Fengshi [GB31], Chengjin [BL56].
Kelompok 3 : Daheng [SP15], Shuidao [ST28], Zhongwan [REN12], Qihai [REN6], Fenglong [ST40].

Metode : Gunakan metode menggerakkan kop pada titik dari kelompok 1, dan lakukan 1x/pekan. Kemudian ganti dengan titik dari kelompok 2 dan 3, lalu tinggalkan selama 15-20 menit. Lakukan 1x/hari untuk bulan pertama.

Penjelasan : Titik-titik dari kelompok 1 dapat memperkuat limpa dan mengusir lembab, mencerna lemak dan menurunkan Yin keruh, yang bersama-sama akan meningkatkan aliran metabolit. Titik-titik pada kelompok 2 digunakan sebagai titik lokal untuk mencerna lemak, di mana bekam dapat memecah jaringan adiposa [jaringan lemak] lokal. Titik-titik pada kelompok 3 dapat mengatur limpa dan lambung, menghambat gerakan peristaltik gastrointestinal, meningkatkan pencernaan dan meredakan dispepsia, menenangkan usus besar, serta mengusir lembab.


[Bersambung ke Terapi Bekam (Cupping Therapy, Al Hijamah, Oxidant Drainage Therapy) dalam Kedokteran Tradisional China. Bagian VI]

Terapi Bekam (Cupping Therapy, Al Hijamah, Oxidant Drainage Therapy) dalam Kedokteran Tradisional China. Bagian IV



4. Periarthritis Bahu

Periarthritis bahu disebut juga 'kaku pundak' atau 'bahu usia 50 tahun.' Penyakit ini terasa sakit pada bahu dan gerakan sendi yang terbatas. Dalam pengobatan modern penyakit ini termasuk dalam penyakit kronis, yang disebabkan oleh cedera dan kemunduran kapsul sendi bahu, serta jaringan lunak di sekitarnya. Dalam kedokteran tradisional China penyakit ini masuk dalam kategori bi syndrome dan seringkali terjadi pada usia pertengahan.

Resep : Ashi Point, Jianyu [LI15], Jianzhen [SI9], Tianzhong [SI11].

Metode : Bekam pada titik-titik tersebut dengan metode menarik api. Diperlukan penghisapan yang kuat untuk menghasilkan efek yang baik. Tinggalkan kop selama 10-15 menit, dan lakukan 1x/hari.

Penjelasan : Titik-titik yang dipilih berfugsi membuang digin, membersihkan saluran, dan meredakan nyeri, menghilangkan lembab, serta menenangkan dan mengaktifkan tendon.

5. Hemiplegia [Cedera Serebrovaskular]

Penyakit ini dikenal sebagai wind stroke dalam kedokteran tradisional China. Seringkali terjadi pada usia pertengahan dan orang tua. Tandanya adalah paralisis [hemiplegia] pada satu sisi tubuh. Biasanya juga ditandai dengan deviasi mulut, bicara tidak jelas, dan sakit pada anggota gerak. Awalnya merupakan keadaan defisiensi [hati dan ginjal, qi dan darah] dengan ekses skunder [menimbulkan api dan angin, mengumpulkan lendir dan lembab, serta stagnasi qi dan darah].

Resep:
Kelompok 1 : Jianyu [LI15], Jianliao [SJ14], Quchi [LI11], Tianzhong [SI11], Fushi [GB31], Huantiao [GB30], Yanglingquan [GB34], Chengshan [BL57], Heding [M-LE27].
Kelompok 2 : Feishu [BL13], Xinshu [BL15], Guanshu [BL18], Pishu [BL20], Shenshu [BL23], Dazhui [DU14], Yaoyangguan [Du3]

Metode : Bekam sederhana atau bekam dengan jarum. Gunakan dan pilih titik-titik dari 2 kelompok di atas. Pada kasus paralisis anggota gerak atas, bekamlah pada anggota gerak bagian atas, dan paralisis anggota gerak bawah, bekamlah pada anggota gerak bagian bawah. Lakukan dengan metode menggrakkan kop pada titik back-shu, dilanjutkan dengan meninggalkan kop. Gunakan metode embekaman ringan untuk pasien yang relatif lemah. Tinggalkan ko selama 6-10 menit. Gunakan satu kelompok titik/hari.

Penjelasan : Jianyu [LI15], Jianliao [SJ14], Fushi [GB31], Huantiao [GB30], Yanglingquan [GB34], dan Chengshan [BL57] merupakan titik utama untuk perawatan hemiplegia dan berperan penting dalam membersihkan saluran serta meningkatkan peredaran qi dan darah. Jianyu [LI15], Jianliao [SJ14], Quchi [LI11], Tianzhong [SI11], dan Heding [M-LE27] mengelilingi persendian, sehingga mengurangi nyeri dan menenangkan sendi. Titik back-shu membantu dalam mengatur fungsi lima organ dan memperkuat qi yang sehat. Dazhui [DU14] dan Yaoyangguan [Du3] membantu mengaktifkan Yang, mengatur qi serta memperkuat ginjal dan daerah lumbar.

Catatan : Bekam secara khusus efektif dalam perawatan paralisis dan nyeri akibat stroke. Bekam mempunyai kemampuan khusus dalam membantu menenangkan tendon, serta meredakan nyeri dan spasme, yaitu dengan meningkatkan aktivitas fungsional dan pembebasan gerakan.

6. Nyeri Epigastrik

Nyeri epigastrik kebanyakan disebabkan atau diperburuk oleh pola makan yang tidak teratur, dan banyak mengkonsumsi makanan yang dingin. Biasanya muncul berupa perut kembung, atau nyeri tumpul, dan bisa disertai oleh mual, muntah, nafsu makan buruk, dan sebagainya. Kadangkala stres emosi yang berat dapat menyebabkan spasme lambung.

Resep : Zhongwan [REN12], Weishu [BL21], Liangqiu [ST34], Ganshu [BL18]

Metode : Lakukan pembekaman pada Weishu [BL21] dan Ganshu [BL18], lalu tinggalkan selama 10 menit. Kemudian bekam pada titik Zhongwan [REN12] dan Liangqiu [ST34], lalu tinggal kan selama 10 menit. Lakukan 1x/hari.

Penjelasan : Zhongwan [REN12] merupakan titik front-mu dari lambung, yang merupakan titik pertemuan hui dari organ fu, sedangkan Weishu [BL21]merupakan titik di mana qi lambung masuk ke dalam, sehingga kedua titik ini sangat penting dalam perawatan penyakit lambung. Titik-titik ini berfungsi mengatur qi lambung, mengaktifkan qi dan meredakan nyeri. Liangqiu [ST34] adalah titik xi-cleft dari lambung, dan secara khusus digunakan untuk mengatur qi lambung dan meredakan nyeri. Ganshu [BL18] membantu menyebarkan qi hati yang tertekan, mengatur qi lambung dan meredakan nyeri.

Catatan : Jika nyeri lambung berkaitan dengan muntah darah atau perdarahan di anus, maka bekam harus dikombinasikan dengan perawatan lainnya.

[bersambung ke Terapi Bekam (Cupping Therapy, Al Hijamah, Oxidant Drainage Therapy) dalam Kedokteran Tradisional China. Bagian V ya....]

Selasa, 03 Februari 2009

Terapi Bekam (Cupping Therapy, Al Hijamah, Oxidant Drainage Therapy) dalam Kedokteran Tradisional China. Bagian III



Oleh : Huang Shixi

Terapi Bekam untuk Penyakit yang Sering Terjadi

1. Pilek [Common Cold]

Pilek merupakan penyakit yang sering terjadi, yang ditandai oleh demam, tidak menyukai dingin, sakit kepala, hidung tersumbat, bersin, hidung berair, dan sebagainya. Umumnya penyakit ini sisebabka oleh serangan angin dan dapat dibedakan dengan manifestasi yang lebih berat daripada kondisi dingin pada influenza.

Resep 1 : Dazhui DU14.

Metode : Perdarahan [bekam basah]. Pertama, sterilkan titik Dazhui DU14 dengan alkohol, kemudian tusuk titik tersebut dua atau tiga kali dengan jarum kecil atau jarum bermata tiga. Lakukan pembekaman dengan metode menarik api dan tinggalkan kop selama 6 - 10 menit untuk menghasilkan perdarahan. Lakukan 1 x 1 selama 3 hari berturut-turut.

Penjelasan : Pembuluh pengatur [GV] merupakan lautan saluran Yang dan Dazhui DU14 adalah titik pertemuan antara pembuluh pengatur dengan enam saluran Yang dari tangan dan kaki. Dazhui DU14 berfungsi mengatur Yang dan Yin, membuang pathogen eksogen dan membersihkan panas. Bekam dengan mengeluarkan darah dapat memperkuat kegiatan pembuangan pathogen dari permukaan kulit, serta menghilangkan angin dan panas.

Resep 2 : Dazhui DU14, Fengchi GB20, Taiyang [MHN9], Fengmen BL12.

Metode : Gunakan metode menarik api berulang pada Taiyang [MHN9] hingga kulit bewarna merah. Untuk ketiga titik lainnya lakukan bekam dengan metode menarik api, kemudian tinggalkan selama 10 menit. Lakukan 1 - 2 x 1.

Penjelasan : Dazhui DU14 merupakan pertemuan saluran Yang dan berfungsi membuang pathogen eksogen serta membersihkan panas. Fengchi GB20 merupakan titik pertemuan pembuluh penghubung Yang dan saluran GB, serta menghilangkan angin dan pathogen eksogen. Taiyang [MHN9] dapat menghilangkan angin dari kepala dan meredakan nyeri. Fengmen BL12 digunakan untuk menghilangkan pathogen eksogen, membuka qi paru-paru dan memperkuat wei qi.

2. Torticollis

Torticollis ditandai dengan spasme leher akut, yang berkaitan dengan kekakuan dan nyeri pada leher serta sangat terbatasnya pergerakan. Umumnya pada salah satu sisi leher terasa nyeri saat bangun tidur, menunduk, menengada atau memutar kepala. Nyeri dapat menyebar ke bahu dan punggung pada sisi otot yang mengalami spasme. Daerah yang terkena terasa lunak, namun tidak bengkak, tidak merah dan tidak panas.

Menurut teori pengobatan China gejala tersebut seringkali disebabkan oleh serangan angin dan dingin pada leher, yang menyebabkan penyumbatan saluran dan terbendungnya sirkulasi qi dan darah.

Resep 1 : Dazhui Du14, Ashi point, Jianwaishu SI14.

Metode : Pegang kop dengan tangan kanan dan gunakan untuk memijat daerah yang nyeri selama 10 menit. Kemudian bekam dengan metode menarik api dan tinggalkan selama 10 menit. Lakukan 1 x 1.

Penjelasan : Memijat daerah yang nyeri dapat membersihkan saluran dan mengedarkan qi dan darah. Pembekaman pada Dazhui DU14, Ashi point, dan Jianwaishu SI14 dapat membantu menghangatkan saluran dan menghilangkan dingin, merelaksasi dan mengaktifkan tendon, meningkatkan sirkulasi qi dan darah, serta meredakan nyeri.

Resep 2 : Ashi point, Jianjing GB2, Fengmen BL12.

Metode : Nyalakan batang moksa dan hangatkan daerah yang nyeri selama 10 - 20 menit, kemudian bekam pada titik-titik tersebut dengan metode menarik api. Tinggalkan kop selama 10 menit, dan lakukan 1 x 1.

Penjelasan : Moksibasi dapat membantu menghangatkan saluran dan menghilangkan dingin. Pembekaman pada daerah yang dikeluhkan dapat menghilangkan pathogen eksogen dari permukaan. Jianjing GB21 dan Fengmen BL12 digunakan untuk menghilangkan angin dan dingin, serta meredakan nyeri.

Resep 1 : Dazhui [DU14], Ashi Point, Jianwaishu [SI14]

Metode :Pegang kop dengan tangan kanan, dan gunakan untuk memijat daerah yang nyeri selama 10 menit. Kemudian bekam dengan metode menarik api dan tinggalkan selama 10 menit. Lakukan 1x/hari.

Penjelasan : Memijat daerah yang nyeri dapat membersihkan saluran dan mengalirkan qi dan darah. pembekaman pada titik Dazhui [DU14], Ashi Point, dan Jianwaishu [SI14] dapat membantu menghangatkan saluran dan menghilangkan dingin, menenangkan dan mengaktifkan tendon, meningkatkan aliran qi dan darah, serta meredakan nyeri.

Resep 2 : Ashi Point, Jianjing [GB21], Fengmen [BL12]

Metode : Nyalakan batang moksa dan hangatkan daerah yang nyeri selama 10-20 menit, kemudian bekam pada titik-titik tersebut dengan metode menarik api. Tinggalkan kop selama 10 menit dan lakukan 1x/hari.

Penjelasan : Moksibasi membantu menghangatkan saluran dan menghilangkan dingin. Pembekaman pada daerah yang dikeluhkan dapat menghilangkan pathogen luar dari permukaan tubuh. Jianjing [GB21], dan Fengmen [BL12] digunakan untuk menghilangkan angin dan dingin, serta meredakan nyeri.

3. Sciatica

Sciatica adalah nyeri yang menyebar di sepanjang perjalanan saraf sciatica. Manifestasi utamanya adalah nyeri unilateral pada punggung bagian bawah dan kaki, biasanya menyebar dari regio lumbar atau dari bokong hingga paha, fossa popliteal, bagian samping kaki dan bagian samping punggung kaki. Nyeri yang terjadi bersifat tumpul, menusuk, atau nyeri yang panas, dan kaki yang terkena tidak dapat diangkat tinggi-tinggi. Batuk, bersin, menekuk kaki, dan jongkok akan memperburuk rasa nyeri. Sciatica dikategorikan dalam sindroma arthralgia dalam pengobatan tradisional China.

Resep 1 : Ashi Point, Huantiao [GB30], Chengfu [BL36], Yinmen [BL37], Chengshan [BL57], Yanglinquan [GB34], Zhibian [BL54], Dachangshu [BL35].

Metode : Pertama, lakukan pembekaman 3-5 kop pada Huantiao [GB30], Chengfu [BL36], dan Ashi Point di sekitar bokong yang terkena. Kemudian bekamlah di sepanjang jalur saluran yang terkena. Tinggalkan kop selama 10-20 menit, lakukan 1x/hari.

Penjelasan : Pembekaman pada bokong dapat membantu menghilangkan dingin dan mengedarkan darah, membersihkan saluran, serta meredakan nyeri. Titik-titik di sepanjang saluran yang terkena berperan penting dalam membersihkan saluran, menghilangkan dingin dan meredakan nyeri.

Resep 2 : Ashi Point sepanjang saraf Sciatica, Shenshu [BL23], dan Yaoyangguan [DU3] sebagai titik utama. Huantiao [GB30], Weizhong [BL40], Chengshan [BL57], dan Tiaohou [ST38] sebagai titik skunder.

Metode : Pertama, lakukan pembekamanpada Ashi point di sepanjang saraf Sciatica, kemudia bekam pada titik-titik skunder. Biarkan kop selama 10-20 menit. Kedua, lakukan moksibasi pada Ashi Point selama 10-20 menit. Perawatan dilakukan 1x/hari.

Penjelasan : Bekam dan moksibasi pada Ashi Point di sepanjang saraf Sciatica dapat membantu menghangatkan saluran, menghilangkan dingin dan meredakan nyeri. Shenshu [BL23], dan Yaoyangguan [DU3] dapat mengaktifkan Yang dan menghangatkan tubuh. Titik lainnya di sepanjang saluran dapat menguatkan fungsi pembersihan saluran, menghilangkan dingin, dan meredakan nyeri.

[Terapi Bekam (Cupping Therapy, Al Hijamah, Oxidant Drainage Therapy) dalam Kedokteran Tradisional China. Bagian IV]

Terapi Bekam (Cupping Therapy, Al Hijamah, Oxidant Drainage Therapy) dalam Kedokteran Tradisional China. Bagian II



Oleh : Huang Shixi

Sesudah Pembekaman

Melepas kop
Untuk melepaskan kop, maka miringkan kop dengan salah satu tangan dan tekanlahkulit di sekitar kop dengan jari tangan yang lain. Biarkan udara masuk ke dalam kop dan menghilangkan kondisi vakum. Jangan menarik kop dengan kasar sehingga membuat kulit terasa sakit dan menyebabkan nyeri.

Perawatan sesudah terapi bekam
1. Jika daerah yang dibekam terasa gatal, maka jangan digaruk, untuk menghindari infeksi.
2. Beberapa pasien mengalami memar, lepuh, atau perdarahan, di mana semua keadaan tersebut merupakan reaksi normal. Untuk kondisi dengan pola Yang, panas dan ekses, maka memarnya bewarna merah cerah. Untuk pola Yin dan dingin, maka memar bewarna ungu atau merah gelap. Untuk kondisi defisiensi, maka memar bewarna pucat. Untuk kondisi dingin dan lembab, maka bisa terbentuk lepuh.
3. Memar akan diserap oleh kulit sejalan dengan waktu, dan pemijatan yang ringan akan membantu proses tersebut. Beberapa lepuh kecil yang terjadi setelah terapi bekam tidak memerlukan penanganan khusus, namun lepuh yang besar dapat disterilkan terlebih dahulu sebelum ditusuk dengan jarum steril dan kemudian diolesi iodine.
4. Pada metode bekam dengan perdarahan [bekam basah, wet cupping], sebelum kop diangkat, maka gunakanlah kapas yang diletakkan di sekitar mulut kop untuk menyerap darah, dan kemudian bersihkan darah atau nanah dengan kapas steril.

Tindakan pencegahan
Perhatikan tindakan pencegahan berikut ini ketika melakukan terapi bekam.
a. Secara umum lakukanlah bekam pada daerah yang berotot tebal, hindari daerah kulit yang tidak rata dan berambut, karena kop akan mudah lepas.
b. Pilihlah posisi tubuh yang tepat dan ukuran kop yang cocok.
c. Waktu atau lamanya pemakaian kop pada metode meninggalkan kop tidak boleh terlalu lama, umumnya 5 - 10 menit untuk kebanyakan kasus.
d. Hati-hati ketika memanaskan kop, jangan sampai membakar atau membuat kulit panas. Jika terjadi lepuh, rawatlah seperti yang telah dijelaskan sebelumnya.
e. Jangan membekam kulit yang mengalami dermatitis, ulkus, bengkak, atau di atas pembuluh arteri dan jantung.
f. Tidak disarankan melakukan bekam di daerah perut, tulang sakrum, dan dada pada wanita yang sedang hamil.
g. Jangan membekam pasien yang mengalami kelainan darah, seperti anemia aplastik, haemophilia, leukimia, dan sebagainya.



(terusin ke : Terapi Bekam (Cupping Therapy, Al Hijamah, Oxidant Drainage Therapy) dalam Kedokteran Tradisional China. Bagian III)

MENGGABUNGKAN DELAPAN PRINSIP DIFFERENSIASI DENGAN TEKANAN DARAH DAN DETAK JANTUNG

Oleh Jimmy Wei-Yen Chang, L.Ac

Setelah praktek begitu lama. Saya yakin bahwa Anda telah menghadapi suatu keadaan di mana Anda sulit membedakan kondisi pasien berdasarkan teori delapan prinsip. Saat pasien memperlihatkan gejala-gejala yang kompleks, tidaklah selalu jelas dan mudah membedakannya untuk menghasilkan diagnosa dan membuat resep herbal. Mungkin pasien sedang mengkonsumsi obat yang memperlihatkan gejala klinis yang tidak Anda mengerti, gejala mana yang merupakan gejala asli suatu penyakit, dan gejala mana yang merupakan efek samping obat. Atau mungkin pasien tidak mengatakan seluruh riwayat medis dan keluhannya. Di samping itu, mungkin sulit untuk mendiagnosa karena pasien mengatakan terlalu banyak gejala kepada Anda. Ada juga kasus di mana pasien tidak mengatakan semua tanda-tanda ekses, dan hanya mengatakan bahwa mereka menderita mengalami sindroma kelelahan kronis. Atau mungkin mereka merasa kedinginan, padahal detak nadinya kuat, cepat, dan lidahnya sangat merah, dengan selaput bewarna kuning. Dengan kata lain, keluhan subjektif dari pasien tidak selalu merupakan kunci diagnosis yang sebenarnya.

Satu langkah objektif untuk mengetahui secara benar apakah pasien mengalami defisiensi, ekses, menderita panas atau dingin dan lain-lain adalah dengan memakai tekanan darah dan detak jantung. Master Chang, yang cukup bermurah hati membagikan penemuan ini melalui praktek klinisnya selama 20 tahun, menggunakan metode ini pada semua pasiennya. Di bawah ini adalah ringkasan tipe yang paling sering ditemukan di klinik.

Tipe 1. Systolic [Tinggi] + Diastolic [Tinggi] + Detak Jantung [Cepat] = Ekses Panas
Pasien yang memperlihatkan tekanan darah yang tinggi dan detak jantung yang cepat berarti dia menderita kondisi ekses panas. Catatlah apakah pasien tersebut mengeluhkan kelelahan dan tertekan. Jangan gunakan herba-herba penguat [tonikum] untuk pasien tipe ini, meskipun pasien mengeluhkan kelelahan. Diagnosanya adalah ekses api, dan resepkan penggunaan herba pembersih panas.

Tipe 2. Systolic [Rendah] + Diastolic [Rendah] + Detak Jantung [Pelan] = Defisiensi Yang
Pasien yang memperlihatkan tekanan darah yang rendah dan detak jantung yang pelan berarti dia menderita defisiensi, dan yang paling sering terjadi adalah defisiensi qi dan Yang. Pasien ini harus diresepkan herba penguat, dan sama sekali tidak boleh menggunakan herba penenang.

Tipe 3. Systolic [Tinggi] + Diastolic [Normal] + Detak Jantung [Pelan] = Defisiensi Panas + Darah Stasis
Pasien dengan kategori ini biasanya menderita darah stasis yang merupakan hasil dari cedera lama atau pembedahan. Detak jantung yang pelan terjadi karena terdapat darah stasis yang menghambat alirannya. Sebaliknya, tekanan sistolik menjadi meningkat.

Tipe 4. Systolic [Rendah] + Diastolic [Rendah] + Detak Jantung [Cepat] = Defisiensi Yin Panas

Pasien yang memperlihatkan tekanan darah yang rendah dan detak jantung yang cepat biasanya menderita defisiensi Yin panas. Pasien ini harus diberi
herba-herba penguat Yin dan penenang defisiensi panas.


Diterjemahkan dari artikel berjudul "INTEGRATING EIGHT PRINCIPLE DIFFERENTIATION WITH BLOOD PRESSURE AND HEART RATE." By Jimmy Wei-Yen Chang, L.Ac.


Copyright © 2008 Lotus Institute of Integrative Medicine. All Rights Reserved.
eLOTUS UPDATE OCTOBER 2007

Kamis, 29 Januari 2009

Terapi Bekam (Cupping Therapy, Al Hijamah, Oxidant Drainage Therapy) dalam Kedokteran Tradisional China. Bagian I



Oleh : Huang Shixi

Terapi bekam merupakan terapi khusus dalam kedokteran tradisional China. Karena sifatnya yang mudah untuk dipelajari, diterapkan dan tidak ada efek sampingnya, maka terapi bekam telah dipergunakan secara luas di seluruh dunia. Pada tulisan ini akan dibahas tentang mater, metode dan penggunaan terapi bekam. selanjutnya akan diuraikan tentang penggunaan terapi bekam untuk perawatan sebelas penyakit yang sering terjadi, yaitu pilek, torticollis, sciatica, periarthritis pada bahu, hemiplegia, nyeri epigastrik, nyeri perut, lumbago, obesitas, dismenore, dan urtikaria.

Terapi bekam adalah suatu metode di mana pembuluh darah tepi ditarik ke permukaan kulit dengan cara dihisap, yang bertujuan untuk mencegah atau menyembuhkan penyakit. Pada zaman dahulu terapi bekam dikenal juga dengan sebutan "bekam tanduk' atau "terapi bambu". Dalam literatur pengobatan China terdapat banyak risalah tentang terapi bekam, dan telah terkenal dan dipakai secara luas. Terapi ini mudah dipelajari, cepat, efektif, dan aman. Secara historis, fokus awal dari terapi ini adalah untuk merawat hematoma dan pembengkakan yang disertai nanah, namun kemudian penggunaannya berkembang untuk merawat ratusn penyakit klinis, yang meliputi penyakit dalam, penyakit pembedahan, masalah-masalah kandungan, dan penyakit anak.

Dari sudut pandang biomedis, rangsangan mekanis karena tekanan negatif di dalam tabung bekam (kop) akan mengaktifkan metabolisme jaringan lokal, meningkatkan fagositosis, dan meningkatkan proses penyembuhan.

Berdasarkan teori pengobatan tradisional China, terapi bekam didasari oleh teori saluran (channel theory), di mana memilih titik yang tepat di sepanjang saluran yang tepat pula merupakan hal yang paling mendasar.

Penyakit dalam seringkali bermanifestasi pada permukaan tubuh sebagai rasa nyeri atau sensitivitas, khususnya pada Ashi point, yaitu titik yang terasa sakit bila dilakukan penekanan karena terjadi stagnasi dari qi, darah, lembab, lendir, makanan atau api. Semua keadaan stagnasi ini akan berubah bentuk, terutama menjadi kondisi kronis. Memilih titik yang tepat untuk perawatan dapat membangkitkan efek perawatan yang signifikan dan cepat. Di samping itu, karena petechie dan eksudasi pada kulit yang disebabkan oleh pembekaman memerlukan waktu beberapa hari agar hilang, maka adanya hal tersebut menjadi rangsangan yang terus-menerus pada kulit, yang akan menyeimbangkan ying dan wei, menyebabkan sirkulasi darah dan qi, serta membersihkan saluran.

Umumnya terapi bekam memiliki berbagai fungsi terapetik, seperti merangsang keringat dan menghilangkan pathogen eksogen, membersihkan saluran, mengurangi pembengkakan dan meredakan nyeri, menghangatkan saluran untuk membuang dingin, meningkatkan qi dan sirkulasi darah, mempercepat penyembuhan, dan mengatur suhu tubuh.

Tipe kop
Ada beberapa tipe kop yang bisa dipakai dalam terapi bekam, yaitu :
1. Kop tanduk. Alat bekam kunao ini menggunakan tanduk binatang. Alat ini praktis, ekonomis, dan menghasilkan penghisapan yang baik, namun tidak cocok untuk sterilisasi suhu tinggi.
2. Kop bambu. Bambu bersifat ekonomis, tipis, dan tidak mudah pecah. Namun demikian, bambu mudah retak, sehingga kebocoran udara sering terjadi.
3. Kop logam. Kop jenis ini terbuat dari tembaga, besi, atau aluminium. Kop mudah panas, sehingga jarang dipakai.
4. Kop gelas. Jenis ini mempunyai tepi mulut yang halus, dan sifat transparannya membuat pengamatan lebih mudah dilakukan. Jenis inilah yang paling banyak digunakan di klinik profesional.
5. Kop vakum. Kop jenis ini biasanya dibuat dari bahan plastik transparan dan tidak mudah pecah. Alat ini menggunakan tabung penghisap pada bagian atasnya, dan sering digunakan secara umum di rumah-rumah.

Menghasilkan kondisi vakum
Ada beberapa cara untuk menghasilkan kondisi vakum, dan yang paling sering dilakukan adalah dengan metode api dan metode penghisapan.

A. Metode api
Metode api menghasilkan kondisi vakum dengan memasukkan nyala api ke dalam kop, sehingga tekanan negatif melekatkan kop ke kulit. Teknik yang sering dipakai adalah :

1. Metode menarik api.
Metode menarik api dari kop ini merupakan metode yang paling sering dilakukan. Letakkan mulut kop menghadap ke bawah, kemudian jepit gulungan kapas beralkohol dengan sebuah penjepit atau pinset. Hati-hati jangan sampai ada alkohol yang menetes dari kop. Dengan cepat nyalakan kapas dengan korek api dan masukkan ke dalam kop. Kemudian keluarkan kapas menyala tadi dengan cepat dan segera letakkan kop pada permukaan kulit yang telah ditentukan. Keadaan vakum yang dihasilkan akan melekatkan kop pada kulit.

2. Metode melemparkan api.
Metode ini dilakukan dengan melemparkan gulungan kapas beralkohol atau potongan kertas yang dibakar ke dalam kop, kemudian dengan cepat kop diletakkan pada permukaan kulit yang ditentukan. Metode ini cocok untuk bekam yang dilakukan di bagian samping tubuh, di mana kemungkinan terbakarnya kulit dapat dihindari.

B. Metode penghisapan udara
Letakkan kop pada permukaan kulit yang sudah ditentukan dan hubungkan alat penghisap dengan ujung katup pada kop. Hisap udara dari dalam kop dengan memompa alat penghisap untuk menghasilkan kondisi vakum, sehingga kop melekat pada permukaan kulit.

Manipulasi yang biasanya dilakukan
a. Metode menarik api secara berulang.
Biasanya metode ini digunakan untuk merawat penyakit karena angin, yang menyebabkan kebas, nyeri pada permukaan tubuh, dan untuk penyakit yang letaknya berpindah-pindah.

Metode ini menggunakan teknik menarik api, meletakkan kop pada lokasi yang telah ditentukan, dan dengan segera dilepaskan. Hal tersebut dilakukan beberapa kali untuk membuang angin. Umumnya pengulangan dilakukan 15 - 30 kali hingga kulit bewarna merah.

b. Metode membiarkan kop.
Metode ini sering digunakan untuk penyakit yang disebabkan oleh dingin, di mana lokasi nyeri menetap, mudah ditentukan dan dalam, untuk masalah yang disebabkan oleh stagnasi qi dan darah, penyumbatan saluran serta disfungsi zangfu dalam jangka panjang.

Letakkan kop pada lokasi yang telah ditentukan selama 5 - 25 menit untuk menguatkan efek pembuangan faktor pathogen. Pada anak-anak, orang tua, dan pasien yang kondisinya lemah, maka kop biasanya hanya ditinggalkan selama 5 - 15 menit.

c. Metode menggerakkan kop.

Juga dikenal dengan "metode kop berjalan, metode mendorong kop, metode menarik kop, metode menggeser kop, atau metode meluncurkan kop." Metode ini banyak dipakai dan dapat digabungkan dengan metode b.

Umumnya dipakai pada permukaan tubuh yang luas. Pertama, balurkan minyak atau vaselin pada kulit dan sebarkan dengan menggunakan kop. Kedua, lekatkan kop pada kulit dengan salah satu netode menghasilkan vakum seperti yang telah dijelaskan, kemudiandorong dan tarik kop secara berulang. Pastikan permukaan mulut kop halus dan tidak ada yang pecah. Manfaat yang dihasilkan metode ini menggabungkan keuntungan yang diperoleh dari bekam dan pemijatan.

d. Metode kop dengan jarum akupunktur.

1. Penerapan secara berurutan. Dalam hal ini akupunktur digunakan sebelum atau sesudah terapi bekam. Metode ini khususnya cocok untuk pasien dengan penyakit yang serius dan sulit. Teknik jarum akupunktur biasanya dilakukan terlebih dahulu dan setelah selesai dilanjutkan dengan meletakkan kop di atas titik yang dirawat. Bekam juga bisa dilakukan sebelum akupunktur. Pada kasus seperti ini digunakan metode meninggalkan kop.

2. Penerapan secara bersamaan. Dalam hal ini jarum akupunktur ditusukkan terlebih dahulu, kemudian kop diletakkan di atas jarum. Kombinasi akupunktur dan bekam ini akan meningkatkan perangsangan pada titik akupunktur. Metode ini biasanya dipakai pada perawatan penyakit kronis.

e. Metode perdarahan.

Merupakan metode yang sering digunakan, di mana terapi bekam dikombinasikan dengan perdarahan untuk menghasilkan efek perawatan yang cepat dan bermanfaat. Metode ini berfungsi untuk meningkatkan peredaran darah dan menghilangkan darah statis, membersihkan panas, meredakan nyeri, membersihkan saluran, dan secara khusus cocok untuk penyakit dengan pola panas yang berlebih (ekses), misalnya koma, heat stroke, demam tinggi, sakit kepala, nyeri tenggorokan, lumbago, carbuncles, erisipelas, dan lain-lain.

Jarum bermata tiga atau jarum lancet sering digunakan untuk menghasilkan perdarahan. Tusuklah daerah yang telah ditentukan agar berdarah, dan kemudian bekamlah daerah tersebut, tinggalkan kop selama 5 - 15 menit. Kop tidak boleh ditinggal lebih lama, karena bisa menghisap dan membuang qi yang sehat.

(Nyambung ke : Terapi Bekam (Cupping Therapy, Al Hijamah, Oxidant Drainage Therapy) dalam Kedokteran Tradisional China. Bagian II)

Minggu, 11 Januari 2009

CUPPING




by Subhuti Dharmananda, Ph.D., Director, Institute for Traditional Medicine, Portland, Oregon

Cupping refers to an ancient Chinese practice in which a cup is applied to the skin and the pressure in the cup is reduced (by using change in heat or by suctioning out air), so that the skin and superficial muscle layer is drawn into and held in the cup. In some cases, the cup may be moved while the suction of skin is active, causing a regional pulling of the skin and muscle (the technique is called gliding cupping).
This treatment has some relation to certain massage techniques, such as the rapid skin pinching along the back that is an important aspect of tuina (12). In that practice, the skin is pinched, sometimes at specific points (e.g., bladder meridian points), until a redness is generated. Cupping is applied by acupuncturists to certain acupuncture points, as well as to regions of the body that are affected by pain (where the pain is deeper than the tissues to be pulled). When the cups are moved along the surface of the skin, the treatment is somewhat like guasha (literally, sand scraping), a folk remedy of southeast Asia which is often carried out by scraping the skin with a coin or other object with the intention of breaking up stagnation. Movement of the cups is a gentler technique than guasha, as a lubricant allows the cup to slide without causing as much of the subcutaneous bruising that is an objective of guasha. Still, a certain amount of bruising is expected both from fixed position cupping (especially at the site of the cup rim) and with movement of the cups.
Traditional cupping, with use of heated cups, also has some similarity to moxibustion therapy. Heating of the cups was the method used to obtain suction: the hot air in the cups has a low density and, as the cups cool with the opening sealed by the skin, the pressure within the cups declines, sucking the skin into it. In this case, the cups are hot and have a stimulating effect something like that of burning moxa wool.
In some cases, a small amount of blood letting (luoci; vein pricking) is done first, using a pricking needle, and then the cup is applied over the site. The pricking is usually done with a three-edged needle, applied to a vein, and it typically draws 3–4 drops of blood (sometimes the skin on either side is squeezed to aid release of blood). A standard thick-gauge acupuncture needle or plum blossom needle may be used instead. This technique is said to promote blood circulation, remove stasis, and alleviate swelling and pain. It is employed especially when there is a toxic heat syndrome and for a variety of acute ailments.
The following report is derived mainly from a survey of reported cupping techniques published in 1989 (1), supplemented by information from acupuncture text books (5–9).

EARLY HISTORY
The earliest use of cupping that is recorded is from the famous Taoist alchemist and herbalist, Ge Hong (281–341 A.D.). The method was described in his book A Handbook of Prescriptions for Emergencies, in which the cups were actually animal horns, used for draining pustules. As a result of using horns, cupping has been known as jiaofa, or the horn technique. In a Tang Dynasty book, Necessities of a Frontier Official, cupping was prescribed for the treatment of pulmonary tuberculosis (or a similar disorder). More recently, Zhao Xuemin, during the Qing Dynasty, wrote Supplement to Outline of Materia Medica, including an entire chapter on “fire jar qi” (huoquan qi). In it, he emphasized the value of this treatment, using cups made of bamboo or pottery, in alleviating headache of wind-cold type, bi syndrome of wind origin, dizziness, and abdominal pain. The cups could be placed over acupuncture needles for these treatments. One of the traditional indications for cupping is dispelling cold in the channels. This indication is partly the result of applying hot cups. For example, bamboo cups would be boiled in an herbal decoction just prior to applying to the skin (this is one type of shuiguanfa, or liquid cupping, so-called because a liquid is incorporated into the treatment). Both liquid cupping and cupping over an acupuncture needle are favored for treatment of arthralgia. Cupping also is thought to dispel cold by virtue of its ability to release external pathogenic factors, including invasion of wind, damp, and cold.

MODERN CUPPING
During the 20th century, new glass cups were developed (see Figure 1). Common drinking glasses have been used for this purpose, but thick glass cupping devices have also been produced and are preferred. The introduction of glass cups helped greatly, since the pottery cups broke very easily and the bamboo cups would deteriorate with repeated heating. Glass cups were easier to make than the brass or iron cups that were sometimes used as sturdy substitutes for the others; further, one could see the skin within the cup and evaluate the degree of response.
The glass cups are depressurized by providing some fire in the cup to heat up the air within just prior to placement. For example, hold a cotton ball dipped in alcohol with a pincer, ignite it, hold it in the cup, then rapidly apply to the skin; this is called shanhuofa (flash-fire cupping; see Figure 2). Sometimes, a small amount alcohol is put in the cup and lit; this method is called dijiufa (alcohol-fire cupping).
At the end of the 20th century, another method of suction was developed in which a valve was constructed at the top of the jar and a small hand-operated pump is attached so that the practitioner could suction out air without relying on fire (thus avoiding some hazards and having greater control over the amount of suction). Both glass and plastic cups were developed, though the plastic ones are not very well suited to moving along the skin once in place, as the edges are not entirely smooth and the strength of the cups is limited. The modern name for cupping is baguanfa (suction cup therapy).
In order to allow easy movement of the glass cups along the skin, some oil is applied. Medicated massage oils (with extracts of herbs) are particularly useful for this purpose. Since the cups are applied at room temperature, the indication of removing cold from the channels is no longer as applicable, at least to stationary cups. There is some friction generated with moving cups, so that there is a small but significant amount of heat applied by that method, especially if a warming oil is used as lubricant.
Generally, the cup is left in place for about 10 minutes (typical range is 5–15 minutes). The skin becomes reddened due to the congestion of blood flow. The cup is removed by pressing the skin along side it to allow some outside air to leak into it, thus equalizing the pressure and releasing it. Some bruising along the site of the rim of the cup is expected.
Today, cupping is mainly recommended for the treatment of pain, gastro-intestinal disorders, lung diseases (especially chronic cough and asthma), and paralysis, though it can be used for other disorders as well. The areas of the body that are fleshy are preferred sites for cupping. Contraindications for cupping include: areas of skin that are inflamed; cases of high fever, convulsions or cramping, or easy bleeding (i.e., pathological level of low platelets); or the abdominal area or lower back during pregnancy. Movement of the cups is limited to fleshy areas: the movement should not cross bony ridges, such as the spine. Following are some of the recommended treatment sites for various disorders.

Respiratory Diseases
 For chronic bronchitis and asthma, one can apply cupping at the following points: dingchuan, dazhui (GV-14), shenzhu (GV-12), geshu (BL-17), xinshu (BL-15), jueyinshu (BL-14), feishu (BL-13), fengmen (BL-12), dashu (BL-11), tiantu (CV-22), shanzhong (CV-17), huagai (CV-20), and zhongfu (LU-1). [see: Acupuncture treatment of asthma for more information about several of these treatment sites].
 For pediatric bronchitis: blood letting followed by cupping at dazhui (GV-14).
 For pediatric acute bronchitis: feishu (BL-13), shenchang (KI-25), lingxu (KI-24).

Digestive Diseases
 For dysentery, early morning diarrhea, and acute and chronic gastritis, perform cupping in the following areas: around the navel; at the bladder meridian shu points; or these stomach meridian points: burong (ST-19), guanmen (ST-22), huaroumen (ST-24), tianshu (ST-25).
 Pediatric indigestion: dachangshu (BL-25).

Pain Syndromes
 Shoulder blade: jianwaishu (SI-14) and tianzhong (SI-11).
 Loins: shenshu (BL-23), qihaishu (BL-24), guanyuanshu (BL-26).
 Head: taiyang and yintang for refractory headaches and migraines; dazhui (GV-14) and baihui (GV-20) for parietal and occipital headaches; for trigeminal neuralgia: qihu (ST-13), fengchi (GB-20), sizhukong (TB-23), jiache (ST-6); for toothache: dashu (BL-11), with acupuncture, massage, and cupping at yifeng (TB-17), jiache (ST-6), xiaguan (ST-7), and hegu (LI-4).
 Soft tissue injury: treat local pressure pain points and area of swelling; use plum blossom needling followed by cupping; additionally or alternatively use points above or below the site of injury along the channels that pass through the injury.

Gynecological Disorders
 Infertility and irregular menstruation: shenshu (BL-23) with movement of cup downward (treat with acupuncture first, then do cupping).
 Leukorrhea: yaoyan (extra point under the 3rd lumbar vertebra) and around baliao (BL-31 through BL-34).
 Uterine cramps: needle zusanli (ST-36) and guanyuan (CV-4) and do cupping at guanyuan (CV-4).

Miscellaneous
 Common cold: dazhui (GV-14).
 Insomnia: xinshu (BL-15), geshu (BL-17), shenshu (BL-23).
 Facial paralysis: needling and cupping dazhui (GV-14), along with needling local facial points.

RECENT RESEARCH
The following protocols were reported to provide good results in individual clinical research reports:
a. Head pain (2): headache, toothache, sore throat, redness and soreness of the eyes, treated with blood letting followed by cupping. Treatment is applied to dazhui (GV-14) and dingchuan.
b. Frozen shoulder (3): after acupuncture at jianyu (LI-15) and jianliao (TB-14) to get propagated qi reaction, use pricking of ashi points followed by cupping over the bleeding area for 10–15 minutes. Ten treatments is a course of therapy.
c. Acute trigeminal neuralgia treating with blood letting followed by cupping (4): treatment is applied to dazhui (GV-14) and feishu (BL-13).
d. Acne (10): treatment is to use bloodletting followed by cupping at feishu (BL-13) and geshu (BL-17) on one day, then xinshu (BL-15) and ganshu (BL-18) the next day, alternating treatments for a total of eight days.
e. Urticaria (11): perform cupping at shenque (CV-8) three times consecutively for ten minutes each time. This is done for three days, followed by one day rest, and another three days as needed.
f. Acute diseases (13): fever and headache due to infection, acute conjunctivitis, lumbar sprain; perform blood letting at dazhui (GV-14), and then cupping (which promotes further bleeding).

TREATMENT SUMMARY
Cupping therapies often follow the point selection pattern that is used for standard acupuncture therapy, with somewhat greater emphasis on the use of back points (due to the ease of performing this technique there). In particular, most practitioners rely on using back shu points (bladder meridian) and dazhui (GV-14). Cupping is frequently applied after treatment by acupuncture, blood letting, or plum blossom treatment.

REFERENCES

1. Cui Jin and Zhang Guangqi, A survey of thirty years’ clinical application of cupping, Journal of Traditional Chinese Medicine 1989; 9(3): 151–154.
2. Wu Jiashu, Observation of analgesic effect of acupuncturing dazhui point, Journal of Traditional Chinese Medicine 1989; 9(4): 240–242.
3. Ju Huadong, 30 cases of frozen shoulder treated by needling and cupping, International Journal of Clinical Acupuncture 1998; 9(3): 327–328.
4. Zhang Zhilong, Observation on therapeutic effects of blood-letting puncture with cupping in acute trigeminal neuralgia, Journal of Traditional Chinese Medicine 1997; 17(4): 272–274.
5. Cheng Xinnong, Chinese Acupuncture and Moxibustion, 1987 Foreign Languages Press, Beijing.
6. State Administration of Traditional Chinese Medicine and Pharmacy, Advanced Textbook on Traditional Chinese Medicine and Pharmacology, volume IV, 1997 New World Press, Beijing.
7. O’Conner J and Bensky D (translators), Acupuncture: A Comprehensive Text, 1981 Eastland Press, Seattle, WA.
8. Zhang Ruifu, Wu Xiufen, and Nissi Wang (compilers), Illustrated Dictionary of Chinese Acupuncture, 1986, Sheep’s Publications, Hong Kong.
9. Academy of Traditional Chinese Medicine, An Outline of Chinese Acupuncture, 1975 Foreign Languages Press, Beijing.
10. Chen Decheng, Jiang Nawei, and Cong Xin, 47 cases of acne treated by prick-bloodletting plus cupping, Journal of Traditional Chinese Medicine 1993; 13(3): 185–186.
11. Wang Huaiping, Treatment of urticaria with cupping, Journal of Traditional Chinese Medicine 1993; 13(2): 105.
12. Li Jiang, A miraculous spinal pinching therapy, Journal of Traditional Chinese Medicine 1996; 16(3): 228–229.
13. Yin Ying, Blood-letting at a single point for treatment of acute diseases, Journal of Traditional Chinese Medicine 1997; 17(3): 214–216.


Source : http://www.itmonline.org/arts/cupping

Further information at http://www.rumahtherapysyafakallah.blogspot.com